Cacing Gak Mau Jadi Manusia

16 March 2009 9 Komentar

Alkisah, pada suatu hari seekor BURUNG sedang menginterograsi beberapa hewan teman-temannya. Di Siang yang begitu terik si KERBAU sedang berendam di sungai. Seekor burung mendatanginya kemudian bertanya kepada si kerbau, “hai KERBAU apakah kamu senang telah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor KERBAU?” Si KERBAU menjawab, “Masya Allah, Alhamdulillah, aku bersyukur Dia telah menjadikanku sebagai seekor KERBAU, daripada aku dijadikan-Nya sebagai seekor KELELAWAR yang ia mandi dengan kencingnya sendiri. Mendengar jawaban itu burung segera pergi menemui seekor KELELAWAR.

Siang itu si KELELAWAR sedang asyik tidur bergantungan di dalam goa. Kemudian burung tadi mulai bertanya pada KELELAWAR, ” hai KELELAWAR apakah kamu senang ttelah dijadikan oleh Allah SWT sebagai seekor KELELAWAR?” Si KELELAWAR menjawab, “Masya Allah, Alhamdulillah, aku bersyukur sekali tercipta sebagai seekor KELELAWAR daripada aku dijadikan-Nya seekor CACING. Tubuhnya kecil, tinggal di dalam tanah, dan berjalan saja menggunakan perutnya”, jawab Sang Kelelawar. Mendengar jawaban itu pun burung segera pergi menemui seekor cacing yang sedang merayap di atas tanah.

Burung bertanya pada si CACING, ” Wahai CACING kecil, apakah kamu senang dijadikan Allah sebagai seekor CACING ?” Si CACING pun menjawab dengan tak kalah bangganya, “Masya Allah, alhamdulillah, aku bersyukur kepada Allah SWT yang telah menjadikanku sebagai seekor CACING, daripada dijadikanNya aku sebagai seorang MANUSIA. Apabila mereka tidak memiliki iman yang sempurna dan tidak beramal sholeh ketika mereka mati mereka akan disiksa selama-lamanya”.

Apa yang terasa ketika kalian membaca cerita khayalan di atas…? Marahkah…? Lucu …? Atau biasa saja …? Apapun warna perasaanmu saat ini kamu rasakan, ada sebuah cermin besar yang terpampang di depan kamu saat membaca kisah di atas. Tak hanya ketiga tokoh hewan di atas, bahkan ketika seluruh binatang yang ada di seluruh di dunia ini ditanya hal semacam itu, pasti jawabannya akan sama. Semua akan merasa sangat bersyukur dengan apa yang telah DIA anugerahkan padanya. Sungguh, ternyata manusia itu sangat tidak beruntung. Setiap detik waktu yang dilaluinya akan senantiasa dimintai pertanggungjawaban oleh-Nya. Namun Apa Benar demikian…?

9 Comments »

  • grubik said:

    Ya, disinilah kita, menjalani takdir kita.. Right where we belong

    [Balas]

  • nurannisaa7 said:

    hhmm…
    yaayaayaa…
    kita harus mensyukuri semua yang telah diberikan Allah kepada kita,
    apalagi kita dijadikan sebagai manusia, makhluk yang sempurna..
    jangan sampai kalah keimanannya dan rasa syukurnya dengan makhluk2 lainnya…

    [Balas]

  • Andy MSE said:

    bener kang.. bener tenan…

    [Balas]

  • Wong Bingungan said:

    Kalo cacing nggak mau jadi manusia, apalagi manusia?
    Kuis tebakan nih :
    Kalau semua cacing jadi manusia, maka manusia jadi apa? :D Hayo jawab dulu sebelum balas komengnya.

    [Balas]

  • PeeSank Ryebuss.. said:

    Lhah…

    Bner Ui…

    Cacink.. Cacink.. Cacink…
    Maw… Maw… Maw…

    [Balas]

  • valery47 said:

    memang kita harus bersyukur dilahirkan sebagai manusia

    [Balas]

  • Tri said:

    Emang susah ya jadi manusia?????

    [Balas]

  • [Diary] Nostalgia Bulan Maret | Blognya si Hendri said:

    [...] terasa dah lama banget tidak membuat post di blog ini. Tercatat di postingan terakhir saya bertanggal 16 Maret 2009 dan sekarang sudah hampir berganti bulan. Untung saja keberadaan blog saya ini bukan sebagai [...]

  • marsudiyanto said:

    Saya bersyukur diciptakan sebagai manusia daripada tercipta sebagai kerbau, kelelawar atau cacing.
    Kalaupun migrasi, saya jadi cicak saja, yang bebas berkeliaran nonton orang tidur…

    [Balas]

Feel Free to Comments !?

Be nice! Keep it clean! Stay on topic! No spam!

*

Click to hear an audio file of the anti-spam word