Saturday , 22 November 2014

Tentang @linimas(s)a (part 1)

foto/gambar: linimassa285

kalamkata.org

Posting ini bukanlah sebuah review atau resensi sebuah film, hanya sekadar mencoba menuliskan kembali apa yang ada dan saya lihat dalam film dokumenter garapan dari Internet Sehat/ICT Watch berjudul @linimas(s)a. Film ini berdurasi sekitar 45 menit, berlisensi Creative Commons (CC), boleh digandakan asal masih menyertakan sumber keaslian. Selamat menyaksikan *eh membaca.

Bangsa kita Indonesia memang ada 60000 desa dengan 220 juta penduduk di dalamnya, bicara mengenai sosial media bangsa kita sungguh luar biasa besar penggunanya. Dilihat dari pengguna ponsel saja ada sekitar 150 – 180 juta. Pengguna internet mencapai 45 juta pelanggan, di dalamnya termasuk pengguna Facebook sekitar 30,1 juta ( no. 2 di dunia ), untuk pengguna Twitter, kita ada sekitar 6,2 juta Tweeps, itu termasuk no 3 terbesar di Asia dengan aktivitas menggunakan Twitter kita paling tinggi, sekitar 20,8 % mengalahkan Brazil 20,5% dan Amerika 11,9 %. Jumlah blogger diperkirakan mencapai 2,7 juta. Menurut Bapak Yanuar Nugroho, Ph.D, seorang peneliti social media dari Manchester University, faktor sosial orang Indonesia ingin mencoba eksis, beraktualisasi dan bergaul ini sangatlah cepat menjadi suatu bahan bakar, maka begitu ada Social Media, langsung dengan mudahnya dikerubuti.

1. Blassius Haryadi (Harry van Jogja)
Beliau adalah seorang tukang becak dari Jogja yang mempunyai akun Facebook, akhirnya melalui akun jejaring sosialnya tersebut, dia mempunyai client (calon penumpang) dari luar negeri. Berawal dari diskusinya di Facebook, orang-orang dari luar negeri tersebut datang ke Jogja untuk menemui beliau. Sehingga selain jadi tukang becak beliau menjadi seorang tour guide untuk tamu-tamunya dari luar negeri tersebut.

Istrinya meninggal karena gempa Jogja 2006, sebagai single parent beliau masih bisa tetap optimis, bisa tetap bekerja, menjadi tukang becak untuk mengurusi dan mensekolahkan anak-anaknya. Keunikan dia yang lain, disela-sela sebagai tukang becak dia masih mau dan mampu untuk belajar tentang internet dan social media khususnya facebook dan kemudian bisa menggunakan konsep-konsep mempromosikan layanannya hingga ke mancanegara.

Kalau kita menggunakan facebook itu hal yang biasa, tetapi pada saat belajar facebook kemudian dia bisa menggali manfaatnya dan yang menggali itu adalah seorang tukang becak single parent itu adalah hal yang dahsyat. Harry Van Jogja inilah sosok yang seharusnya menginspirasi kita untuk tetap semangat belajar, semangat berkarya melalui sosial media dengan tidak sekadar update status.

2. Blontank Poer dan Komunitas Blogger Bengawan, Solo
Kemampuan beliau melalui Komunitas Bengawan untuk menggenerate, mengumpulkan atau mengundang sumber daya dari tempat lain untuk bisa mendukung program mereka sungguh luar biasa. Bengawan diawali dari komunitas blogger UNS, Bloggos. Supaya tidak terkesan sebatas orang kampus, maka dipilihlah nama Bengawan biar terlihat netral. Berasal dari nama Sungai Bengawan Solo dengan harapan bisa menjadi komunitas terbuka. Salah satu program unggulan saat ini adalah pelatihan internet/komputer untuk kaum difabel di kotanya.

Anto Darmanto, salah satu peserta pelatihan mengungkapkan beliau sangat terbantu dan sekarang menjadi mahir komputer dengan adanya program pelatihan yang beliau ikuti. Dia mengikuti pelatihan weblog dan desain grafis dengan harapan ke depannya dia bisa personal branding, promosi diri melalui media blog dan kemampuannya dalam desain grafis. Peserta pelatihan lainnya, Tini seorang atlet difabel juga mengungkapkan melalui pelatihan komputer dasar yang diselenggarakan oleh komunitas Bengawan dia menjadi tidak ketinggalan jaman dan tidak gagap teknologi lagi. Beliau menambahkan sekarang dia bisa menyalakan komputer, lancar mengetik, membuka dan menutup file.

Masalahnya bagaimana kita mensupport komunitas supaya menemukan animo, ini lho fungsi internet ternyata begitu indahnya, bahwa dengan internet bisa utk mempermudah berbisnis, sharing apa saja serta menambah ilmu pengetahuan. Hal inilah yang seharusnya kita tonjolkan daripada menggunakan effort kita utk melawan hal-hal negatif. Papar Sammy Pangerapan, Wakil Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).

3. Mbak Silly dan Blood For Life (#BFL)
Mbak Silly melalui Blood For Life (#BFL ) hanya sekadar melakukan forward berita kebutuhan darah entah melalui sms, milis, twitter, facebook atau apapun. Setelah itu selesai. Ya, bagi mereka itu memang simple things we do, tetapi mungkin bagi yang lain satu nyawa berhasil terselamatkan.

Ana maria, seorang remaja 25 tahun sudah berbulan-bulan menderita kanker kandungan dan harus segera operasi, tetapi karena darah bergolongan AB Rhesus negatif begitu sulit dicari jadi sampai perutnya membengkak belum bisa dioperasi. Mereka kemudian mencoba mencari di Blood For Life.

Sekitar jam delapan malam dia minta kebutuhan darah, Mbak Silly kemudian menginformasikan melalui SMS, telepon, BBM, Twitter, Facebook dan media lainnya, selang beberapa waktu ada sekitar 20-an calon pendonor yang datang ke rumah sakit, jam 10 malam dilakukanlah pengecekan hingga akhirnya ada yang cocok, Sekitar jam dua pagi beliau berhasil dioperasi dan jam lima pagi anaknya tersadar dan dokter menyatakan kondisinya stabil.

Blood for Life telah menjadi berkat blessing buat Ana dan keluarganya, kehadiran #BFL telah berhasil menyelamatkan nyawa anak satu-satunya. Dari sini kita bisa mengambil hikmah bahwa Hal-hal kecil yang kita lakukan ini ternyata bisa berarti nyawa bagi orang lain.

==========================================================================================

Part II

4. Prita Mulyasari dan Kasusnya

5. Kasus Bibit-Candra dan Gerakan Sejuta Facebooker Usman Yasir

6. Komunitas JalinMerapi

10 comments

  1. luweeee…
     
    *OOT*

  2. DVD udah ditangan
    ntar akan ada kopdar dan nobar Linimas(s)a Blogger TPC

  3. bapakku ra mlbu ki? Internet For kids, hehehe….

  4. Kayaknya udah pernah liat deh.. Dimana yes? :D

  5. Apik sajakke, ngopi oleh ra? :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Scroll To Top