Kalau mengingat lima belas tahun yang lalu, orang berebut pagar bisa dikira bertengkar karena masalah radio panggil milik EasyCall atau Starko. Juga bisa ditafsirkan bertengkar karena berebut barang yang berwujud besi atau dinding pembatas yang terbuat dari bambu. Anda Salah, Bukan itu maksud pagar jaman sekarang. Ini adalah pagar yang berwujud simbol/tanda, wujudnya #. orang sekarang memberikannya nama hestek, berasal dari kata hashtag. Dialihbahasa Indonesiakan menjadi tagar, tapi bukan tagar makan tanaman

img src : khailow.blogspot.com
Memang kehidupan di era modern sekarang seperti ini, terutama dalam ranah dunia Internet khususnya lagi di dunia Twitter. Penanda Pagar (#) menjadi hal yang urgen dikarenakan bisa mempermudah pencarian suatu kalimat penting yang menjadi pertanda atau kode tertentu. Itu semua karena sistem kerja search engine atau mesin pencari di dalam dunia Internet. Sungguh, kepandaian manusia memang luar biasa.
Para pengguna Twitter atau biasa disebut tweeps atau pekicau semakin lama semakin banyak jumlahnya. Semuanya mempunyai motif dan tujuan yang berbeda-beda dalam menggunakan dan memanfaatkan layanan sosial media ini. Maka dari itu banyak user yang kemudian mulai duluan membuat suatu penanda (tagar tadi) sebagai pembeda, berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Ada yang menggunakannya untuk mempromosikan atau berjualan produk apa saja, ada yang menggunakan untuk mengabarkan suatu peristiwa atau hanya bercerita tentang hal yang umum, biasa tapi bermanfaat, dan lain-lainnya.
Memang sangat bermanfaat terhadap orang lain, terutama jikalau pagar tadi ditujukan untuk berbuat kebajikan seperti halnya #BFL, kepanjangan dari Blood for Life yang dipelopori oleh mbak Silly. Di sini, tanda #BFL memudahkan orang untuk mencari dan berbagi cerita atau berita tentang seseorang yang membutuhkan stok darah atau orang yang ingin mendonorkan darahnya untuk orang lain.
Kita semua pasti sudah tahu, PMI (Palang Merah Indonesia) merupakan tempat rujukan ketika kita mau mendonorkan dan/atau mencari darah. Tetapi, tidak semua kebutuhan akan darah bisa tercukupi oleh PMI saja, padahal orang yang membutuhkan darah banyak jumlahnya serta beraneka jenis dan kebutuhan golongan darahnya. Ada yang butuh darah karena keperluan mendesak untuk operasi, untuk transfusi darah karena harus menjalani cuci darah, mendapatkan kecelakaan dan lain-lainnya. Penanda pagar #BFL bisa menjadi sarana untuk mempermudah hal ini.
Begitu juga ketika Mbak Prita Mulyasari diancam akan masuk penjara dikarenakan menulis suatu e-mail curhat kepada teman-temannya, kemudian dia didakwa karena telah mencemarkan nama baik dokter dan rumah sakit. penanda #freePrita atau #Prita bisa menjadi bahan utama untuk mencari berita tentang perkara yang menimpa Mbak Prita melalui media Twitter atau mesin pencari seperti Google, Yahoo dan lain-lain.
Lama kelamaan, tanda pagar semakin beraneka kegunaannya. para pekicau sekarang bisa saja menuliskan suatu advertensi atau mempromosikan barang dan jasanya melalui Twitter yang telah diberi suatu penanda pagar. Banyak orang sukses hanya karena jualan pagar, dikarenakan bersedia atau dapat disewa oleh pengiklan, dengan bayaran yang lumayan walaupun hanya sekali berkicau atau berkicau berkali-kali seperti halnya burung pipit, perkutut atau tekukur
Seperti halnya burung berkicau, pasti berbeda-beda harganya. Mahal murah tergantung jenis dan bagus-tidaknya dalam berkicau. Burung pipit pasti berbeda dengan burung perkutut. Kicau burung kutilang pasti berbeda dengan burung Cucak rawa dan contoh lainnya. Tetapi, pasti ada kelas-kelasnya, tidak jauh berbeda dengan burung-burung yang biasanya digunakan dalam perlombaan burung berkicau.
Burung perkutut yang wujudnya biasa saja, bisa lebih mahal dibandingkan dengan burung beo. Walaupun burung beo lebih bagus wujud dan bentuknya. Namanya saja burung beo, bisanya hanya menirukan suara yang lain. Semakin persis terhadap suara yang ditirunya, beo tergolong paling bagus. Tetapi, dikarenakan bisanya hanya menirukan, harga burung jenis ini ya asal saja, gak begitu mahal. Disandingkan dengan burung pipit agak lama, bunyi burung beo pasti ya hanya mirip kicauannya burung pipit, begitu juga ketika didekatkan dengan burung kutilang.
Harga berapa satu kicauan, jangan kaget yang paling murah saja bisa sampai seratus ribu, atau tiga kali lipat upah tukang batu yang bekerja seharian penuh. Yang kicauannya tergolong bagus, seperti kelasnya burung kutilang, malah bisa lebih dari satu juta sekali berkicau, walaupun panjangnya kurang dari 140 karakter. Hal itu dinilai entah karena jumlah karakter/angka yang keluar, per-kata atau malah per-tanda pagar tadi.
Seandainya banyak yang mau terbuka ngetweet untuk tujuan apa dan karena perintah siapa, saya kira pekicau jenis ini bisa dikatakan sebagai pekicau yang pemberani. Tapi sayangnya, banyak pekicau yang pandai mengolah kata, untuk membujuk orang lain supaya menuruti perintah/arahan perangkai kata tersebut. Maka tidak heran, kala itu @blontankpoer memuji @blogdokter yang bijaksana dengan jujur memasang tanda pagar #ads sebagai pertanda bahwa apa yang dikicaukan tadi ada harganya (kicau berbayar), di twitter kala itu kemudian menjadi ramai. Bersahut-sahutan semakin menjadi, malah ada yang menyindir bahwa yang ribut membahas hal ini dianggap seperti polisi timeline atau hansip linimasa.
Semua tadi memang dikarenakan kekuatan gagasan reklame atau iklan di dalam dunia advertensi dan public relation atau dahulu dikenal dengan kehumasan. para ahli komunikasi tadi berpedoman pada peribahasa jawa sadawa-dawaning lurung isih kalah dawa déning gurung, yang di dunia ilmu komunikasi pemasaran dikenal dengan istilah kata WOW atau Words of mouth alias dari mulut ke mulut.
Maka dari itu, Twitter berlambangkan gambar burung, hal ini dikarenakan wujud dan isinya, ya, hanya kicauan seperti halnya burung. Kenapa tidak menggunakan lambang mulut, saya kira memang akan sulit menggambarkannya atau memvisualisasikan. Ini bisa membahayakan orang desain kreatif
Tapi walaupun hanya seperti kicauan semata, banyak juga lho yang bunyinya menenteramkan orang yang mendengarkan kicauannya. Banyak ilmu, nasehat dan petuah keluar dari pekicau tadi. Seperti halnya lagu Kutut Manggungnya Ki Nartosabdo, pasti akan tenteram siapapun yang mendengar atau sengaja mendengarkan. Ada candaan sana-sini, ada nasehat dan lain sebagainya.
Selain @quraishshihab, @gusmusgusmu, masih banyak para pekicau yang mau memberikan nasehat/petuah kepada sesama, juga ada yang bersedia berbagi cerita dan memberikan informasi/kabar berita seperti halnya yang dilakukan @TMCPoldaMetro, @JalinMerapi, @savementawai dan lain-lainnya. Ada Pak @nukman yang sering memberikan nasehat dan mempromosikan para wirausaha melalui tagar #wiRABUsaha, ada curhatan walau kadang isinya tentang jancukan tetapi banyak manfaat juga yang didapatkan dari kicauannya mbah @sudjiwotedjo atau kabar yang menenteramkan dari mbak @Alissawahid dan lain-lainnya.
Intinya, dunia burung-burungan dan dunia kicauan ini begitu komplit. Bisa bermanfaat, bisa juga membahayakan, tergantung siapa dan dengan siapa berkicau.
Sekian dulu para sedulur…, Selamat pagi, selamat hari Jumat… Jadi, bagaimana burung anda..?
=======
Posting ini mengalihbahasa/menyadur dari postingan Pak @Blontankpoer di sini.

Saya tak tahu harus berkata apa, karena panjenengan menutup dengan burung-burungan jadi ya da di kepala ya cuma itu. Tiba-tiba saja apa yang dibahas tentang pagar/ hastag/ tagar itu musnah. cuman kok yang #fb or #mdrcct kok gak ikut sich? Asyik lho <- dah mulai ga nyambung @zdewix
burung yang mana ne :p
ya…, yang kicauannya bisa berbayar… :p
@dafhy <<<— follback dong kakak. intinya mulutmu harimaumu *komentar gak nyambung lagi*
burungku? udah dipagari coe.
*komen ndak penting*
burungmu tipenya yang mana..? Beo, Kutilang apa cucak rowo..?
gpp kok twit ada #ads nya ga masalah buatku, kan biasanya juga ga sesering old postingmu :p *ditoyor*
LOL se LOL-LOL nyaa…..
Woh kowe saiki dadi “BlonTranslate” to? hahaha *mlayu*
hahaha.. patut po ra..?
@mursid88 <– twit orang imut
Tulisan yang keren!
Aku pernah juga jadi buzzer, kadang suka nggak enak hati sama yang follow kl kicauanku nggak bermutu:D
btw, kita belum saling follow ya, folbek ya kakak, hihihi
Bukain tulisan saya ini, mbak… hanya mengalihbahasakan tulisannya Pak Blontank…
Iya, mari kita saling folbek…!!!
hahhahaha, iki bar download srt-ne ya..?
hehehe
Download..? buat sendiri aku srt-ne… tak kompile tak enkripsi tak kocok-kocok… jadi dech…!!!
@airyz < tweet2nya keren