Saatnya Berinvestasi untuk Akherat

15 September 2009 3 Komentar

Tentu kita sering mendengar, salah satu rahasia orang sukses untuk menjadi kaya adalah berinvestasi. Dengan investasi kita hanya mempekerjakan uang/jasa untuk bekerja keras dan mendapatkan lebih banyak uang/jasa atau dengan kata lain kita membuat sebuah mesin uang otomatis. Sehingga makin besar kita berinvestasi, maka makin besar hasilnya dan semakin sukses kita. Ini kalau konsep investasi untuk kehidupan berbisnis.

Nach, ternyata konsep investasi ini tidak hanya untuk bisnis saja. Bahkan dalam beribadah pun konsep investasi bisa kita gunakan, malah akan berefek jauh lebih dahsyat (sukses dunia, sukses akhirat). Saya rasa hampir tiap agama konsepnya sama,yakni setelah kehidupan sekarang akan ada kehidupan yang abadi nanti. Dalam Islam, terdapat cara untuk berinvestasi di kehidupan akhirat nanti. Apa saja investasi itu ?

1. SHODAQOH JARIYAH

Misalkan kita bersedekah/beramal berupa pembangunan infra-struktur (sarana umum) untuk memenuhi kebutuhan orang banyak. Misalnya sarana rumah sakit umum, jembatan umum, jalan umum, sekolah/madrasah atau perguruan untuk masyarakat umum dan lain sebagainya. Selama sarana umum tersebut tetap bermanfaat dan berguna, maka semua yang berinvestasi akan mendapatkan manfaat (pahala)nya baik di dunia (uang, dll) maupun semacam do’a, maka selama itulah pahala terus mengalir memenuhi bekal kita, walaupun kita sudah meninggal.

Konsep ini hampir sama dengan kita membeli sebuah saham. Selama perusahaan itu terus beroperasi dan menghasilkan profit, maka selama itulah kita mendapatkan pembagian keuntungan.

2. ILMU YANG BERMANFAAT

Ilmu akan menjadi berarti dan menghasilkan pahala jika ilmu tersebut diamalkan oleh orang lain dan mendatangkan kemanfaatan. Bila ada orang lain yang mengajarkannya kepada orang lain lagi dan yang lain mengamalkan, maka kita sebagai pemberi ilmu masih akan mendapatkan pahala. Pahala akan terus akan mengalir sekalipun kita sudah meninggal. Makanya jangan sungkan-sungkan untuk berbagi. Semua kegiatan yang bertujuan untuk mengabdi hanya kepada Allah tentang berbagai ilmu yang bermanfaat. Misalnya : ilmu agama, ilmu wiraswasta (bisnis mandiri / berjamaah), ilmu tehnik, ilmu ekonomi, ilmu pendidikan, sebagai guru sekolah umum/khusus, sebagai dosen, sebagai penyampai risalah Allah walau satu ayat, dan lain sebagainya.

Konsep ini hampir sama dengan bisnis MLM ( Multilevel Marketing). Dimana berawal dari satu kemudian menyebar dan berkembang. Makin banyak downline yang aktif makan tentu saja makin besar omzet dan bonus kita.

3. DOA ANAK SHOLEH KEPADA ORANG TUANYA

Di dalam ajaran agama pasti diajarkan bagaimana adab, sikap dan cara membalas budi kedua orang tua, salah satunya adalah senantiasa mendoakan mereka, sekalipun sudah meninggal.

Konsep ini sama dengan model investasi menabung untuk hari tua. Entah itu tabungan berjangka, deposito, tabungan biasa, dsb. Yang jelas manakala kita tua, bisa digunakan tanpa harus bersusah payah lagi mencari uang.

Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :
“Apabila seorang anak Adam meninggal, maka akan terputus amalannya kecuali tiga perkara : shadaqoh jariyah, atau ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakan kepadanya” (HR Abu Hurairah)

Nach, untuk mencapai kesuksesan akhirat pun ternyata perlu investasi juga. Kalau ada mesin penghasil uang otomatis, kenapa kita tidak membangun mesin penghasil pahala otomatis ? Sudahkah Anda berinvestasi untuk duniamu? Sudahkah anda berinvestasi untuk akhiratmu?

3 Comments »

Feel Free to Comments !?

Be nice! Keep it clean! Stay on topic! No spam!

*

Click to hear an audio file of the anti-spam word