User Generated Content
Saat ini kita sering bahkan interest ketika mengunjungi atau mengakses situs-situs seperti Wikipedia, YouTube, Flickr, DeviantArt, Blogspot/Wordpress, KasKus dan situs serupa lainnya. Tentu saja alasannya, karena konten dari website tersebut begitu fresh dan menarik, baik itu tersaji dalam bentuk teks, postingan blog, foto, gambar, video hingga bentuk percakapan/diskusi.
Pernahkah kalian bertanya, Apakah para pemilik atau founder situs-situs tersebut memproduksi sendiri konten yang jumlahnya sangat besar dan beraneka ragam itu ? Oh, hampir tidak sama sekali. Mereka (founder) hanya menyediakan suatu platform web atau semacam aplikasi berbasis web dengan fungsi tertentu, kemudian selanjutnya para pengunjung atau user bisa sign up/sign in dan mengupload content mereka sendiri baik itu dalam bentuk teks, gambar, foto, audio maupun video. Content dari para pengguna itulah yang menjadi isi utama situs-situs tersebut.
Situs-situs yang saya jelaskan di atas layaknya sebuah ember tadah hujan raksasa yang dapat mewadahi berbagai macam konten langsung dari para pengguna. Kita tidak perlu melamar ke perusahaan Youtube untuk dapat mengisi konten video di dalamnya, kita tidak perlu jadi pegawai WordPress untuk bisa ngeblog di sana. Fenomena menarik inilah yang dinamakan dengan istilah User Generated Content. User Generated Content (UCG) adalah berbagai jenis content yang tersedia secara publik dan diproduksi oleh para end-user (Wikipedia.org) .
Kunci utama dalam User Generated Content adalah sebuah participatory atau partisipasi. Para founder situs-situs di atas pasti berfikir, bagaimana agar jutaan pengguna internet tertarik untuk masuk dan berpartisipasi. Manfaat aplikasi web yang menarik, kemudahan penggunaan, interface yang nyaman, layanan terjamin, knowledge sharing mungkin bisa membuat pengguna tertarik untuk mencoba dan berpartisipasi di dalamnya.
Sebagian kalangan mengatakan User Generated Content ini sebagai Perbudakan 2.0. Mereka (para Founder) tidak perlu susah-susah untuk mengupdate konten situsnya sendiri, cukup membuat aplikasi web kemudian mempekerjakan jutaan pengguna internet untuk mengisi konten utamanya. Mereka (jutaan pengguna intenet) tidak dibayar dari menulis konten tapi founder mendapatkan banyak benefit dengan situs yang mereka tawarkan. Inilah Perbudakan 2.0.
Jadi bagaimana pendapat anda dengan User Generated Content ini ? Apakah anda menjadi Budak-budak 2.0 ?

budak ?? kelihatannya malah sebaliknya deh.. 2.0 saya perbudak agar bekerja keras menghasilkan uang.. dia bekerja siang dan malam g kenal lelah. disaat saya tidur 2.0 tetap bekerja cari duit. Disaat saya dolan dan santai-santai, 2.0 masih tetap bekerja memberikan saya duit.
so.. setelah baca tulisan ini saya jadi bangga bisa memperbudak 2.0
[Balas]
[...] This post was mentioned on Twitter by Hendri Destiwanto. Hendri Destiwanto said: Perhatikan Youtube.com. Apakah yang mengisi jutaan konten video adalah pegawai2 Youtube ? Trnyata dia memperbudak kita http://bit.ly/a2q9HI [...]
thanks for your information, i just translate and understand what this mean
[Balas]
Feel Free to Comments !?
Sing Mbaurekso MHC
Arsip MHC
Kategori blog MHC
MHC on Android
Komentator MHC
Konco Blogger MHC
TITIPAN IKLAN SPONSOR
Search Engine Submission - AddMe
Lokasi Admin MHC
Statistik MHC
Hari ini dikunjungi 212 netters | Total pengunjung 11415 sejak 5 January 2012 | Yang sedang mengakses 7 netters